Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2014

Kisah Kembang telasih #2 : Meja Makan

 Created by : Arumdalu Lembayung semburat senja warna jingga menutup siang di sebagian belahan bumi, begitu pun langit di Kota Bandar, begitu pun langit di rumah Asih, langitnya saja yang warna jingga ,kalau langit-langitnya sih tetap biru. Dinding diberi cat Biru yang mirip langit kalau cuaca cerah tak berawan. Ada juga pintu yang daunnya tidak hijau melainkan putih. Jendela juga ada ,banyak dan lebar-lebar. Asih agak terlambat pulang sore itu karena harus singgah terlebih dahulu ke Giant ,raksasa yang baik budi luhur karena di sana kita boleh mengambil sayur ,minyak ,ayam ,buah ,cabai ,handuk ,piring ,gelas ,kue atau apa saja yang kita butuhkan ,asal bayar. Kini ia berada di depan pintu rumah, memukul lonceng 3x lalu mengambil kunci yang ada di dalam tas selempang coklat tuanya. Tentu saja Ia mengambil kunci untuk digunakan demi membuka pintu, bukan malah menunggu seseorang membuka pintu dari dalam karena memang di dalam tidak ada orang ,Ia tinggal sendiri ,lalu ke...

Jamiah dan tuan tanah

Created By : Segoro Mungkin perang t'lah menguras peluhku Mungkin perang t'lah merenggut kebahagiaanku Mungkin perang t'lah membunuh anganku Mungkin perang t'lah menghapus senyum indah Biyungku Tapi, Dalam peranglah aku menemukan Ramaku Rama yang berasal dari tanah biru Rama yang datang dengan kuda besi Rama yang t'lah menjajah bangsaku Dan t'lah meluluh lantahkan hatiku Rama-biru-ku ( sumber : google ) Romansaku mekar apa adanya Sering mencinta dan sering memadu kasih Walau adat menjadi penghalang Dalam rangkulan Biyungku  Aku bergumam dalam peluh Serta , Nafas terakhir

Merayu Kemayu

Created By : Segoro ( sumber : google ) Dalam ... Denting Gending ku lihat serpihan Surga Sorak sorai mengiringi gemulai langkahnya Paras ayu ningrat mengiringi lenggok kemayunya Dalam balutan adat yang mengikat ia tetap tersenyum Sejenak ku tersirap ... Dengan kemayu Sang Ningrat Terpana melihat senyum tersungging Terjebak dalam dekapan pandangnya Terperangkapku dalam jeratan pesonanya Wahai Bidadari tak bersayap ... Ingin ku mendekatmu Wahai rembulan ... Ku merindukanmu Wahai Permaisuri hatiku ... Bertahtahlah dalam balutan cintaku Kanjeng , Izinkanku untuk tahu namamu Izinkanku melukis senyummu dalam angan Izinkanku mendekap pandangmu Izinkanku bahagia karena lembut tanganmu Dan , Izinkanku memiliki hatimu Aku tak peduli dengan adat yang mengekang Aku acuhkan tata krama yang mengikat Inginku mencuri tatapmu Inginku genggam hatimu Inginku mempersuntingmu Inginku memilikimu Karena ... Yang Kuasa dan Adat ...

Dirimu yang Kukagumi

Created By : Sikam Mulei Saat melihatmu, hati ini tau lau yang ku suka Walaupun kau tak mengenalku Tak apa, karena ku akan jadi kekasih yang tak pernah nyata Namun, hati ini tak akan berpaling darimu Karena hanya dirimulah yangsudah mekar Hanya dirimu yang ada di hatiku Dan hanya dirimulah yang bisa membuatku tersenyum Walaupun kau tak tau diriku yang selalu mencintaimu Tak apa... Aku akan menjadi pengagum rahasiamu Ku tau walau cuma menjadi pengagummu saja Ku merasa bahagia yang menyedihkan Tapi ku tak apa... Karena inilah mauku ( sumber gambar : google )

Kisah Kembang telasih #1 : Bangku taman

Created By : Arumdalu Sama seperti pagi pada hari lainnya. Masih jua gadis itu duduk di bangku taman fakultas. Rok bermotik kotak warna tosca pudar berpadu padan sweter kelabu - walau pun matahari bersinar terik entah mengapa ia berpakaian seperti itu - juga sepatu bots dan tas selempang berwarna sama ; coklat tua. Wanita muda itu duduk santai termangu bagai memiliki alam tersendiri. Novel klasik karya Novelis Amerika Louisa May Alcott yang berada pada genggaman tangan mungilnya menunjukkan kepribadian unik layaknya penampilan diri ; An Old Fashioned Girl. (sumber : dokumentasi pribadi ) Ia tidak bergeming walau sudah duduk diam disana sejak pukul delapan pagi dan kini matahari mulai meninggi apalagi daun-daun kering pohon ceri tua berguguran di atas kepalanya. Menyentuh lembut kerudung motif sederhana yang menjuntai hingga menutupi dada. Kendati demikian ia tahu apa yang sebenarnya sedang ia rasa ,ia tahu apa yang sebenarnya sedang ia tunggu. Sudah menit ke...

Introducing

Sekumpulan anak muda penuh kreatifitas luar biasa yang selalu (tidak juga sih) mengisi jeda khotbah dosen-dosen ekonomi di kelas dengan goresan pena di kertas. Maka dengan sedikit mengutip kata-kata Ayah Pidi Baiq .. dengan hati yang membumi dan pikiran yang melangit ,kami dengan suka cita perkenalkan diri. Tentang TANDALAFE itu apaan ??? haha jadi kami bingung menampung "karya ngaco" yang telah hampir menghabisi halaman catatan Huwaida maka tercetuslah pembuatan "Blog Barengan Proyek Borongan" pada suatu kamis sore di bulan Mei. TANDALAFE sendiri akronim dari nama panggilan kami sedangkan SWANADWIVA adalah bahasa Sansekertanya Sumatera - kata Yonathan-  (iya karena kami sedang tinggal di Sumatera ketika mencetuskan Proyek ini). jadi Gengs (halah) maafkan penulis agak narsis memperkenalkan anggota Tandalafe from Swanadwina eh Swanadwiva maksudnya ,duh susah yah lafalnya .. kalo-kalo mau kenalan karena kebetulan anggota kami masih pada lajang ,kecuali Mba Se...