Created by :
Lembayung semburat senja warna jingga menutup siang di sebagian belahan bumi, begitu pun langit di Kota Bandar, begitu pun langit di rumah Asih, langitnya saja yang warna jingga ,kalau langit-langitnya sih tetap biru. Dinding diberi cat Biru yang mirip langit kalau cuaca cerah tak berawan. Ada juga pintu yang daunnya tidak hijau melainkan putih. Jendela juga ada ,banyak dan lebar-lebar.
Asih agak terlambat pulang sore itu karena harus singgah terlebih dahulu ke Giant ,raksasa yang baik budi luhur karena di sana kita boleh mengambil sayur ,minyak ,ayam ,buah ,cabai ,handuk ,piring ,gelas ,kue atau apa saja yang kita butuhkan ,asal bayar.
Kini ia berada di depan pintu rumah, memukul lonceng 3x lalu mengambil kunci yang ada di dalam tas selempang coklat tuanya. Tentu saja Ia mengambil kunci untuk digunakan demi membuka pintu, bukan malah menunggu seseorang membuka pintu dari dalam karena memang di dalam tidak ada orang ,Ia tinggal sendiri ,lalu kenapa Asih memukul lonceng ??? Yah mungkin karena ingin atau bisa juga hanya mau dengar "tringtringtring" ,suka-suka Asih lah karena itu kan rumahnya.
![]() |
| ( Sumber : Dokumentasi Pribadi ) |
Setelah membuka pintu ,sepatu serta kaus kaki ,Ia segera menuju dapur ,meletakkan tasnya di atas meja makan juga plastik belanjaan yang berisi brokoli ,tofu ,ayam dan ada juga unsweeted soya milk ,sengaja beli yang unsweeted biar gak giyung ,karena Asih nya udah manis,
"Aku mau bikin sup tofu kesukaan Ayah ,Ayah aku rindu ... sangat".
Asih bergumam sambil menatap Locket - Kalung yang bisa disisipi foto - miliknya ,di sana ada sosok lelah digelayuti usia yang tak lagi muda namun pancaran rona bahagianya tak kalah cemerlang dengan gadis belia yang ada di sampingnya ,menatap penuh manja.
Kini sudah setengah jam Asih mengalokasikan waktu untuk hal yang paling menyenangkan hatinya ,Memasak ,menjadi lebih menyenangkan lagi karena Ia memasak menu yang sangat disukai oleh pria yang paling Ia cinta.Supnya sudah jadi siap disantap. Tapi bukannya makan ,Asih malah menatapi saja masakan yang tampaknya lezat itu.
![]() |
| ( Sumber : Google ) |
Sekarang sudah pukul 10 malam ,Asih masih duduk di sana. Masih juga belum makan. Masih menatap meratap merindu menggerutu. Ia tahu apa yang Ia rasa ,Ia tahu apa yang Ia tunggu. Lonceng di sisi kanan pintu pun tak kunjung bermelodi ,sebagai pertanda murni ada yang datang.
"Ayah aku tahu itu sudah lama ,sudah 4 tahun tepat kemarin ... tapi tak mau kah kau memaafkanku"
Kali ini Ia kembali menatap Locketnya. Dengan mata sendu sayu yang mulai melayu, lalu tertidur diiringi sayup lantunan I have a Dream dari Pocketnya. Malam ini Ia begitu merindu hingga lupa mandi ,lupa juga pada tugas yang harus diemailkan pada dosen sebelum pukul 12 nanti bahkan Ia lupa bahwasanya meja makan bukanlah tempat yang nyaman untuk tidur.
Bandar Lampung, 23 Mei 2014
Sembari telungkup di atas kasur


Komentar
Posting Komentar