Created By :
Sama seperti pagi pada hari lainnya. Masih jua gadis itu duduk di bangku taman fakultas. Rok bermotik kotak warna tosca pudar berpadu padan sweter kelabu - walau pun matahari bersinar terik entah mengapa ia berpakaian seperti itu - juga sepatu bots dan tas selempang berwarna sama ; coklat tua.
Wanita muda itu duduk santai termangu bagai memiliki alam tersendiri. Novel klasik karya Novelis Amerika Louisa May Alcott yang berada pada genggaman tangan mungilnya menunjukkan kepribadian unik layaknya penampilan diri ; An Old Fashioned Girl.
Ia tidak bergeming walau sudah duduk diam disana sejak pukul delapan pagi dan kini matahari mulai meninggi apalagi daun-daun kering pohon ceri tua berguguran di atas kepalanya. Menyentuh lembut kerudung motif sederhana yang menjuntai hingga menutupi dada. Kendati demikian ia tahu apa yang sebenarnya sedang ia rasa ,ia tahu apa yang sebenarnya sedang ia tunggu.
Sudah menit ke-lima puluh tiga semenjak ia menutup asal novelnya lalu kini beralih perhatian pada buku Jurnal Pribadi ber-cover motif daun dan mawar menjulur yang di tengahnya bergambar hati ,manis pikirnya. Ia tak sadar bahwasanya ada dua pasang mata bola menatap nanar di balik Kirai Payung yang tumbuh tinggi lebat berjarak 10 Meter dari tempat ia duduk.
"Gadis itu bernama Asih ,Kembang Telasih ,Bung. Sudah empat tahun semenjak kematian ayahnya yang pada saat itu terlibat proyek pembangunan gedung baru ini dan mengalami kecelakaan kerja hingga mengakibatkan meninggalnya beliau ,Asih selalu kemari ,tiap hari. Ia yakin betul Ayahnya masih hidup dan berprilaku seolah sedang menunggu Ayahnya beres bekerja lalu menyambutnya dengan pelukan hangat sebelum mereka beranjak pulang bersama".
Bisik seorang Pria paruh baya pada seorang Lelaki muda yang ternyata merupakan salah satu mahasiswa di kampus elit tersebut ,yang juga tanpa disadari Asih ,Lelaki muda itu telah mengamatinya dengan cukup setia ,sedari pagi ... seakan lupa pada mata kuliah statistika yang harusnya ia ikuti.
B.Lampung ,20 Mei 2014
Di Bawah Pohon Ceri yang telah menua

Komentar
Posting Komentar