Langsung ke konten utama

Donat Onde Madre By Selpanna Cakes

Sudah pernah dibilang bahwasanya hobi tertentu jika berkonspirasi dengan hobi tertentu jua maka tidak mustahil menghasilkan effect kreasi *halaaah*. Terispirasi dari Novel Dee Lestari -Madre- yang artinya sendiri Ibu eh tapi kalau diadonan donat ini kita sebutnya "Biang" yah heum namun jika mau agak sedikit Kolosal yah sebut "Biyung" juga boleh, duh dari pada kelamaan muqadimahnya mari kita catat saja resep di bawah ini yah kawan-kawan, kalau di rumah Ibu ku sih ini Favorit sekali ....

1. Biang
Tepung terigu protein tinggi (saya pakai cakra) 225 gr
Garam 1/8 sdt
Air 125 ml
Ragi Instant 6 gr (setengah sachet kecil)

2. Bahan Adonan
Tepung terigu protein tinggi 150 gr
Kuning telur 1 butir
Susu bubuk 20 gr (boleh diskip)
Margarin/Mentega 30 gr
Gula Pasir 50 gr

3. Kelengkapan
Minyak untuk menggoreng
Topping (sukanya aja apa yah hehehe)

CARA MEMBUAT

- Campur semua bahan biang hingga rata, tutup dengan kain bersih selama 90 menit.
- Setelah 90 menit, tambahkan bahan adonan ke dalam wadah berisi biang, uleni hingga kalis, jika dirasa masih agak basah boleh tambahkan tepung sedikit demi sedikit diselingi penambahan mentega (komposisi yang pas akan menghasilkan donat yang garing di luar namun lembut di dalam).
- Jika sudah kalis, bentuk adonan menjadi 1 bulatan besar, tutup kain bersih yang telah dibasahi air selama 30 menit.
- Setelah 30 menit, kembiskan adonan menggunakan rolling pin (pakai botol kecap yang telah dibubuhi tepung juga bisa), diamkan 10 menit. Lalu cetak. (jika tidak punya cetakan donat maka setelah adonan dikempiskan, bagi adonan menjadi 20 bagian, bulatkan dan bentuk lubang di tengah dengan jari)
- Goreng dalam minyak yang telah dipanaskan. (jangan menggoreng dibolak-balik, biarkan donat matang satu sisi kemudian baru dibalik)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisah Kembang telasih #2 : Meja Makan

 Created by : Arumdalu Lembayung semburat senja warna jingga menutup siang di sebagian belahan bumi, begitu pun langit di Kota Bandar, begitu pun langit di rumah Asih, langitnya saja yang warna jingga ,kalau langit-langitnya sih tetap biru. Dinding diberi cat Biru yang mirip langit kalau cuaca cerah tak berawan. Ada juga pintu yang daunnya tidak hijau melainkan putih. Jendela juga ada ,banyak dan lebar-lebar. Asih agak terlambat pulang sore itu karena harus singgah terlebih dahulu ke Giant ,raksasa yang baik budi luhur karena di sana kita boleh mengambil sayur ,minyak ,ayam ,buah ,cabai ,handuk ,piring ,gelas ,kue atau apa saja yang kita butuhkan ,asal bayar. Kini ia berada di depan pintu rumah, memukul lonceng 3x lalu mengambil kunci yang ada di dalam tas selempang coklat tuanya. Tentu saja Ia mengambil kunci untuk digunakan demi membuka pintu, bukan malah menunggu seseorang membuka pintu dari dalam karena memang di dalam tidak ada orang ,Ia tinggal sendiri ,lalu ke...

Merayu Kemayu

Created By : Segoro ( sumber : google ) Dalam ... Denting Gending ku lihat serpihan Surga Sorak sorai mengiringi gemulai langkahnya Paras ayu ningrat mengiringi lenggok kemayunya Dalam balutan adat yang mengikat ia tetap tersenyum Sejenak ku tersirap ... Dengan kemayu Sang Ningrat Terpana melihat senyum tersungging Terjebak dalam dekapan pandangnya Terperangkapku dalam jeratan pesonanya Wahai Bidadari tak bersayap ... Ingin ku mendekatmu Wahai rembulan ... Ku merindukanmu Wahai Permaisuri hatiku ... Bertahtahlah dalam balutan cintaku Kanjeng , Izinkanku untuk tahu namamu Izinkanku melukis senyummu dalam angan Izinkanku mendekap pandangmu Izinkanku bahagia karena lembut tanganmu Dan , Izinkanku memiliki hatimu Aku tak peduli dengan adat yang mengekang Aku acuhkan tata krama yang mengikat Inginku mencuri tatapmu Inginku genggam hatimu Inginku mempersuntingmu Inginku memilikimu Karena ... Yang Kuasa dan Adat ...